Posted by Roossy on Mar 4, '07 11:35 AM for everyone Adam air seperti yang kita tahu hilang dalam perjalanan dari Surabaya-Menado. Setelah kejadian itu, banyak sekali cerita2 menakutkan tentang airline ini termasuk berita tentang bbrp pilot Adam air yang minta berhenti karena mereka di paksa untuk mengoperasikan pesawat walau belum selesai diperiksa. Nah, pas lagi baca kompas.com, saya nemu artikel ini...artikel ini adalah pengalaman pribadi org Indo yang tinggal di LN dan naik Adam air.
BURUKNYA KUALITAS Adam Air (pengalaman pribadi) Oleh :FE - Germany
Dear Zev, saya baru kembali dari liburan di Indonesia 2 hari yg lalu. Selama sebulan saya berlibur di Indonesia, satu kali saya terbang bersama suami dengan Adam Air dari Jogjakarta ke Jakarta dilanjutkan ke Medan.
Pengalaman pertama yg kita perhatikan dari liburan ini, sewaktu kita menunggu pesawat, semua pesawat yg "Murah Meriah" seperti Adam air, Lion Air, Batavia, Jatayu, Merpati, Air Asia, dll selalu terlambat dari jadwal seharusnya dengan alasan adanya "Pemeriksaan operasional" dan alasan itu dibacakan berulang kali untuk tiap penerbangan pswt murah meriah yg saya sebutkan diatas tadi.
Terlihat jelas, kebanyakan dari penumpangnya berebutan untuk masuk ke dalam pesawat meskipun kita mengetahui kebiasaan masyarakat Indonesia yg belum disiplin untuk mengantri,dan lebih lucunya lagi, mungkin karena melihat saya & suami yg terlihat seperti turis dan sedang menunggu giliran masuk pesawat, maka petugas adam air yg di darat yg mengatur penumpang mendatangi kita dan mengatakan bahwa kita bisa lsg masuk dari pintu belakang pesawat adam air, tetapi kita menolak dengan halus karena seat kita berada di depan,sementara orang2 di belakang kita yg mendengar perkataan petugas tsb langsung berlarian ke belakang pesawat.
Bisa dibayangkan kemacetan & kericuhan dari dua arah di dalam pesawat yg ditimbulkan org2 yg kebanyakan belum pernah naik pesawat, belum mengerti & tidak memperhatikan dimana tempat duduk mrk. Sementara mrk lsg masuk dari depan & belakang pswt tanpa memperhatikan nomor duduk mrk, sehingga menggangu lalu lintas orang yg hendak mencari nomor duduk di dalam pesawat.
Belum lagi mrk yg membawa "tandan pisang" ke dalam pesawat, dan aroma ikan asin di dalam pesawat karena ada penumpang yg "membawa ikan asin di dalam cabin", sementara cabin crew adam air tampak kurang bisa mengatasi situasi yg kacau balau, dan byk orang2 yg masih menggunakan hp di pswt.
Saya melihat seiring dgn keberangkatan pswt adam air ke jkt ada pswt Garuda yg juga terbang ke Jkt. Tak lama kemudian pramugari mengumumkan kita akan meninggalkan Jogjakarta ke Jakarta. Setelah kira2 kita terbang selama 40 menit, tiba2 ada pengumuman dari pilot bahwa kita harus terbang kembali ke Jogjakarta dikarenakan " CUACA BURUK DI JKT"
Setibanya kita di Jogjakarta, dan pramugari "geblek" yg membacakan prosedur awal dgn mengatakan : Selamat datang di Jogjakarta, padahal kita baru saja dari Jogja,bodohnya lagi ketika saya menanyakan berapa lama kita harus di Jogja Pramugari tsb mengatakan tidak tau !! Kelihatan sekali kalo mrk hanya lebih memperhatikan make up mrk ketimbang performance kerja mrk !!
Dan tak lama setelah pesawat adam air kita mendarat kembali di Jogja, terlihat langsung ada truk yg mengangkut karosin dan langsung mengisi penuh bahan bakar pesawat adam air yg saya tumpangi..Apakah itu tdk gila???
Sesungguhnya tdk ada "Cuaca Buruk di JKT" tapi mungkin lebih tepatnya "KEHABISAN BAHAN BAKAR" makanya kita harus mendarat ulang lagi di Jogjakarta.
Kebetulan saat itu ada petugas Adam Air yg saya tanyakan ttg "pendaratan kembali di Jogja bukan karena cuaca buruk tetapi lebih tepatnya KEHABISAN BAHAN BAKAR" terlebih dgn adanya truk kerosin disamping pswt yg masih mengisi bahan bakar pswt.
Tentu saja pihak Adam air sendiri menolak argumentasi saya terlebih ketika saya jelaskan bahwa saya baru menghubungi keluarga saya di JKT yg menjelaskan cuaca cerah di Jkt, sementara pswt Garuda Indonesia yg take off sesaat sebelum kita sudah tdk terlihat lagi di Jogjakarta, jika memang cuaca buruk maka Pswt Garuda Indonesia juga mesti kembali ke Jogja seperti kita !!
Setelah beberapa lama menunggu bahan bakar, baru kita terbang kembali ke Jakarta, dan "spt biasanya" Pramugari "membacakan prosedur awal" kembali.
Sesaat sebelum mendarat di Jakarta ada pengumuman yg dibacakan oleh Pramugari "hanya" dgn bahasa Indonesia yg kira2 bunyinya: "Mohon para penumpang tidak mengambil jaket penyelamat di bawah kursi Anda ke Rumah" !!
Gila apa!!
Tdk heran Adam Air tenggelam sebelumnya, dan sayangnya keburukan Adam air tdk diimbangi dgn kualitas Pramugarinya yg lebih mementingkan make up mrk tapi bkn otak mrk.
Sewaktu di Indonesia, saya membaca meskipun dgn tenggelamnya Adam Air, mrk tetap membeli 60 Pesawat bekas dari Rumania!! Apa mrk gila ?? bknnya saya menjelekan Rumania, tapi Rumania itu negara miskin yg tdk memperhatikan kondisi pesawat2 tua mrk yg mrk jual ke negara lain, khususnya indonesia!!!
Dan sayangnya Pejabat/Orang yg berwenang dalam hal ini mengizinkan Adam Air untuk terbang kembali tanpa mempertimbangkan KESELAMATAN NYAWA PENUMPANGNYA dilihat dari KELAIKAN PESAWAT ADAM AIR TSB!!
Hemat saya, lebih baik terbang dgn penerbangan yg lebih mahal ketimbang NYAWA MELAYANG. Itu adalah penerbangan saya yg PERTAMA & yg TERAKHIR DGN ADAM AIR.
Kita bersyukur masih bisa hidup, meskipun pada saat itu Adam Air yg kita tumpangi mendarat dgn kasar di Jakarta.
 | aduh gila yah rooss..serem deh gw dengernya...btw waktu itu gw pernah ke Singa naik lion air..itu pesawat juga nyeremin banget..dari take off..sampe lendingnya kaya naek kuda liar hehehe..udah gitu selama di udara..itu semua luggage yg ada diatas kepala kayanya mau pada jatohan...serem deh...justru itu kayanya mendingan bayar lebih mahal sedikit kali yah rooss..dibandingin tarohan nyawa hehe....ampun deh ah |
 | Deehhh Ros serem dah baca ini artikel. takut naik pesawat nih jadinya... |
 | Bener - bener mengerikan nich.....jadi was - was dech naik pesawat, mending naik peswat hrg mahal daripada nyawang melayang , kapan nich indonesia bisa maju yach kalau yang begini terus tetap di jalankan. |
 | Ros, suka baca KOKI jg ya???sama dong, tapi gw dah jarang skrg, krn sibuk ngeMPi heheheheh. |
 | benar... kita untungnya wkt thn lalu terbang ke kaltim tdk naik tuch pswt...wahh seram |
 | Wah...seyem...seyem..seyem... Aku gak tergiur sama harga tiket murah, lebih baik bayar lebih untuk pesawat yg mmg betul2 bagus reputasinya. Hati juga tenang tdk gedebugan sepanjang terbang..... |
 | Seremmmmmmmmmmm........... Kabur ach,ngga' mau naik itu pesawat,hehehehe..... |
 | Trie kamu pasti sering travel, bisa kasih review pesawat apa saja yang bagus pelayanan dan kualitasnya? ..kayanya bakal berguna deh! Makasih atas kommennya... |
 | Aku dari Balikpapan Mbak .........makanya entar pasti naik pesawat domestik lagi tuh dari Jakarta - Balikpapan, Karena KOREA AIR LINE cuma transit di Jakarta, kalaupun jalur lain sama aja dari Bali - Balikpapan, btw iya dech naik Garuda lebih aman. |
 | Alow mbak Rosie.... artikelnya menarik Kapan lg neh nulis di KoKi... dah baru sekarang tampilannya kan Ditunggu yah... salam kenal dari sesama Kokier ^.^ |
| |